Beranda » Uncategorized » Sejarah C++

Sejarah C++

Tahun 1978, Brian W. Kerninghan & Dennis M. Ritchie dari AT & T Laboratories mengembangkan bahasa B menjadi bahasa C. Bahasa B yang diciptakan oleh Ken Thompson sebenarnya merupakan pengembangan dari bahasa BCPL ( Basic Combined Programming Language ) yang diciptakan oleh Martin Richard.

Sejak tahun 1980, bahasa C banyak digunakan pemrogram di Eropa yang sebelumnya menggunakan bahasa B dan BCPL. Dalam perkembangannya, bahasa C menjadi bahasa paling populer diantara bahasa lainnya, seperti PASCAL, BASIC, FORTRAN.

Tahun 1989, dunia pemrograman C mengalami peristiwa penting dengan dikeluarkannya standar bahasa C oleh American National Standards Institute (ANSI). Bahasa C yang diciptakan Kerninghan & Ritchie kemudian dikenal dengan nama ANSI C.

Mulai awal tahun 1980, Bjarne Stroustrup dari AT & T Bell Laboratories mulai mengembangkan bahasa C. Pada tahun 1985, lahirlah secara resmi bahasa baru hasil pengembangan C yang dikenal dengan nama C++. Sebenarnya bahasa C++ mengalami dua tahap evolusi. C++ yang pertama, dirilis oleh AT&T Laboratories, dinamakan cfront. C++ versi kuno ini hanya berupa kompiler yang menterjemahkan C++ menjadi bahasa C.

Pada evolusi selanjutnya, Borland International Inc. mengembangkan kompiler C++ menjadi sebuah kompiler yang mampu mengubah C++ langsung menjadi bahasa mesin (assembly). Sejak

evolusi ini, mulai tahun 1990 C++ menjadi bahasa berorientasi obyek yang digunakan oleh sebagian besar pemrogram professional.

Struktur Bahasa C++

Contoh 1 :                                                                               Hasil :

// my first program in C++                                                     Hello World!

#include <iostream.h>

int main ()

{

cout << “Hello World!”;

return 0;

}

Sisi kiri merupakan source code, yang dapat diberi nama hiworld.cpp dan sisi kanan adalah hasilnya setelah di-kompile dan di-eksekusi.

Program diatas merupakan salah satu program paling sederhana dalam C++, tetapi dalam program tersebut mengandung komponen dasar yang selalu ada pada setiap pemrograman C++. Jika dilihat satu persatu :

// my first program in C++

Baris ini adalah komentar. semua baris yang diawali dengan dua garis miring (//) akan dianggap sebagai komentar dan tidak akan berpengaruh terhadap program. Dapat

digunakan oleh programmer untuk menyertakan penjelasan singkat atau observasi yang

terkait dengan program tersebut.

#include <iostream.h>

Kalimat yang diawali dengan tanda (#) adalah are preprocessor directive. Bukan merupakan baris kode yang dieksekusi, tetapi indikasi untuk kompiler. Dalam kasus ini kalimat #include <iostream.h> memberitahukan preprocessor kompiler untuk menyertakan header file standard iostream. File spesifik ini juga termasuk library deklarasi standard I/O pada C++ dan file ini disertakan karena fungsi-fungsinya akan digunakan nanti dalam program.

int main ()

Baris ini mencocokan pada awal dari deklarasi fungsi main. fungsi main merupakan titik awal dimana seluruh program C++ akan mulai dieksekusi. Diletakan diawal, ditengah atau diakhir program, isi dari fungsi main akan selalu dieksekusi pertama kali. Pada dasarnya, seluruh program C++ memiliki fungsi main. main diikuti oleh sepasang tanda kurung () karena merupakan fungsi. pada C++, semua fungsi diikuti oleh sepasang tanda kurung () dimana, dapat berisi argument didalamnya. Isi dari fungsi main selanjutnya akan mengikuti,berupa deklarasi formal dan dituliskan diantara kurung kurawal ({}), seperti dalam contoh.

cout << “Hello World”;

Intruksi ini merupakan hal yang paling penting dalam program contoh. Cout merupakan standard output stream dalam C++ (biasanya monitor). Cout dideklarasikan dalam header file iostream.h, sehingga agar dapat digunakan makafile ini harus disertakan.Perhatikan setiap kalimat diakhiri dengan tanda semicolon (;). Karakter inimenandakan akhir dari instruksi dan harus disertakan pada setiap akhir instruksipada program C++ manapun.

return 0;

Intruksi return menyebabkan fungsi main() berakhir dan mengembalikan kode yang mengikuti instruksi tersebut, dalam kasus ini 0. Ini merupakan cara yang paling sering digunakan untuk mengakhiri program.

Tidak semua baris pada program ini melakukan aksi. Ada baris yang hanya berisi komentar (diawali //), baris yang berisi instruksi untuk preprocessor kompiler (Yang diawali #),kemudian baris yang merupakan inisialisasi sebuah fungsi (dalam kasus ini, fungsi main) dan baris yang berisi instruksi (seperti, cout <<), baris yang terakhir ini disertakan dalam blok yang dibatasi oleh kurung kurawal ({}) dari fungsi main. Struktur program dapat dituliskan dalam bentuk yang lain agar lebih mudah dibaca, contoh :

int main ()

{

cout << ” Hello World “;

return 0;

}

Atau dapat juga dituliskan :

int main () { cout << ” Hello World “; return 0; }

Dalam satu baris dan memiliki arti yang sama dengan program-program sebelumnya. pada C++ pembatas antar instruksi ditandai dengan semicolon (;) pada setiap akhir instruksi.

Contoh 2 :                                                       Hasil :

// my second program in C++                        Hello World! I’m a C++

program

#include <iostream.h>

int main ()

{

cout << “Hello World! “;

cout << “I’m a C++ program”;

return 0;

}

Komentar

Komentar adalah bagian dari program yang diabaikan oleh kompiler. Tidak melaksanakan aksi apapun. Mereka berguna untuk memungkinkan para programmer untuk memasukan catatan atau deskripsi tambahan mengenai program tersebut. C++ memiliki dua cara untuk menuliskan komentar :

// Komentar baris

/* Komentar Blok */

Komentar baris, akan mengabaikan apapun mulai dari tanda (//) sampai akhir dari baris yang sama. Komentar Blok, akan mengabaikan apapun yang berada diantara tanda /* dan */.

Variabel, tipe data, konstanta

Untuk dapat menulis program yang dapat membantu menjalankan tugas-tugas kita, kita harus mengenal konsep dari variabel. Sebagai ilustrasi, ingat 2 buah angka, angka pertama adalah 5 dan angka kedua adalah 2. Selanjutnya tambahkan 1 pada angka pertama kemudian hasilnya dikurangi angka kedua (dimana hasil akhirnya adalah 4).

Seluruh proses ini dapat diekspresikan dalam C++ dengan serangkaian instruksi sbb :

a = 5;

b = 2;

a = a + 1;

result = a – b;

Jelas ini merupakan satu contoh yang sangat sederhana karena kita hanya menggunakan 2 nilai integer yang kecil, tetapi komputer dapat menyimpan jutaan angka dalam waktu yang bersamaan dan dapat melakukan operasi matematika yang rumit. Karena itu, kita dapat mendefinisikan variable sebagai bagian dari memory untuk menyimpan nilai yang telah ditentukan. Setiap variable memerlukan identifier yang dapat membedakannya dari variable yang lain, sebagai contoh dari kode diatas identifier variabelnya adalah a, b dan result, tetapi kita dapat membuat nama untuk variabel selama masih merupakan identifier yang benar.

Identifiers

Identifier adalah untaian satu atau lebih huruf, angka, atau garis bawah ( _ ). Panjang dari identifier, tidak terbatas, walaupun untuk beberapa kompiler hanya 32 karakter pertama saja yang dibaca sebagai identifier (sisanya diabaikan). Identifier harus selalu diawali dengan huruf atau garis bawah ( _ ). Ketentuan lainnya yang harus diperhatikan dalam menentukan identifier adalah tidak boleh menggunakan key word dari bahasa C++. Diawah ini adalah key word dalam C++ :

Asm auto bool break case
Catch char class const const_cast
continue default delete do double
dynamic_cast else enum explicit extern
False float for friend goto
If inline int long mutable
namespace new operator private protected
Public register reinterpret_cast return short
Signed sizeof static static_cast struct
Switch template this throw true
Try typedef typeid typename union
unsigned using virtual void volatile
wchar_t

Sebagai tambahan, represetasi alternatif dari operator, tidak dapat digunakan sebagai identifier. Contoh :

and, and_eq, bitand, bitor, compl, not, not_eq, or, or_eq, xor, xor_eq

catatan: Bahasa C++ adalah bahasa yang “case sensitive”, ini berarti identifier yang dituliskan dengan huruf kapital akan dianggap berbeda dengan identifier yang sama tetapi dituliskan dengan huruf kecil, sabagai contoh : variabel RESULT tidak sama dengan variable result ataupun variabel Result.

Tipe Data

Tipe data yang ada pada C++, berikut nilai kisaran yang dapat direpresentasikan :

 

DATA TYPES

Name

Bytes*

Description

Range*
char 1 character or integer 8 bits length. signed: -128 to 127unsigned: 0 to 255
short 2 integer 16 bits length. signed: -32768 to 32767unsigned: 0 to 65535
long 4 integer 32 bits length. signed:-2147483648 to2147483647unsigned:0 to 4294967295
int * Integer. Its length traditionally depends on the length of the system’s Word type, thus in MSDOS it is 16 bits long, whereas in 32 bit systems (likeWindows 9x/2000/NT and systems that work under protected mode in x86 systems) it is 32 bits long (4 bytes). See short, long 
float 4 floating point number. 3.4e + / – 38 (7 digits)
double 8 double precision floating pointnumber. 1.7e + / – 308 (15 digits)
Long double 10 long double precision floatingpoint number. 1.2e + / – 4932 (19 digits)
bool 1 Boolean value. It can take one of two values: true or falseNOTE: this is a type recently added by the ANSI-C++ standard. Not all compilers support it. Consult section bool type for compatibility information. true or false
wchar_t 2 Wide character. It is designed as a type to store internationalcharacters of a two-byte character set. NOTE: this is a type recently added by the ANSI-C++ standard. Not all compilers support it. wide characters 

Deklarasi variabel

Untuk menggunakan variabel pada C++, kita harus mendeklarasikan tipe data yang akan digunakan. Sintaks penulisan deklarasi variabel adalah dengan menuliskan tipe data yang akan digunakan diikuti dengan identifier yang benar, contoh :

int a;

float mynumber;

Jika akan menggunakan tipe data yang sama untuk beberapa identifier maka dapata dituliskan dengan menggunakan tanda koma, contoh :

int a, b, c;

Tipe data integer (char, short, long dan int) dapat berupa signed atau unsigned tergantung dari kisaran nilai yang akan direpresentasikan. Dilakukan dengan menyertakan keyword signed atau unsigned sebelum tipe data, contoh :

unsigned short NumberOfSons;

signed int MyAccountBalance;

Jika tidak dituliskan, maka akan dianggap sebagai signed.

Contoh 3 :                                           Hasil :

// operating with variables

#include <iostream.h>                       4

int main ()

{

// declaring variables:

int a, b;

int result;

// process:

a = 5;

b = 2;

a = a + 1;

result = a – b;

 

Inisialisasi Variabel

Ketika mendeklarasikan variabel local, kita dapat memberikan nilai tertentu. Sintaks penulisan sbb :

type identifier = initial_value ;

Misalkan kita akan mendeklarasikan variabel int dengan nama a yang bernilai 0, maka dapat dituliskan :

int a = 0;

Atau dengan cara lainnya, yaitu menyertakan nilai yang akan diberikan dalam tanda ():

type identifier (initial_value) ;

Contoh :

int a (0);

 

Lingkup Variabel

Pada C++, kita dapat mendeklarasikan variable dibagian mana saja dari program, bahkan

diantac1ra 2 kalimat perintah.

variabel Global dapat

digunakan untuk setiap

bagian dari program,

maupun fungsi, walaupun

dideklarasikan diakhir

program.

Lingkup dari variable

local terbatas. Hanya

berlaku dimana variable tersebut dideklarasikan. Jika dideklarasikan diawal fungsi (seperti dalam

main) maka lingkup dari variable tersebut adalah untuk seluruh fungsi main. Seperti contoh diatas, jika terdapat fungsi lain yang ditambahkan pada main(), maka variable local yang dideklarasikan dalam main tidak dapat digunakan pada fungsi lainnya dan sebaliknya.

Pada C++, lingkup variable local ditandai dengan blok dimana variable tersebut dideklarasikan ( blok tersebut adalah sekumpulan instruksi dalam kurung kurawal {} ). Jika dideklarasikan dalam fungsi tersebut, maka akan berlaku sebagai variable dalam fungsi tersebut, jika dideklarasikan dalamsebuah perulangan, maka hanya berlaku dalam perulangan tersebut, dan seterusnya.

Konstanta : Literals.

Konstanta adalah ekspresi dengan nilai yang tetap. Terbagi dalam Nilai Integer, Nilai Floating-Point, Karakter and String.

Nilai Integer

Merupakan nilai konstanta numerik yang meng-identifikasikan nilai integer decimal. Karena merupakan nilai numeric, maka tidak memerlukan tanda kutip () maupun karakter khusus lainnya. Contoh :

1776

707

-273

C++ memungkinkan kita untuk mempergunakan nilai oktal (base 8) dan heksadesimal (base 16).

Jika menggunakan octal maka harus diawali dengan karakter 0 (karakter nol), dan untuk heksadesimal diawali dengan karakter 0x (nol, x). Contoh :

75 // decimal

0113 // octal

0x4b // hexadecimal

Dari contoh diatas, seluruhnya merepresentasikan nilai yang sama : 75.

Nilai Floating Point

Merepresentasikan nilai desimal dan/atau eksponen, termasuk titik desimal dan karakter e (Yang merepresentasikan “dikali 10 pangkat n” , dimana n merupakan nilai integer) ataukeduanya. Contoh :

3.14159 // 3.14159

6.02e23 // 6.02 x 1023

1.6e-19 // 1.6 x 10-19

3.0 // 3.0

Karakter dan String

Merupakan konstanta non-numerik, Contoh :

‘z’

‘p’

“Hello world”

“How do you do?”

Untuk karakter tunggal dituliskan diantara kutip tunggal (‘) dan untuk untaian beberapa karakter, dituliskan diantara kutip ganda (“).

Konstanta karakter dan string memiliki beberapa hal khusus, seperti escape codes.

\n newline
\r carriage return
\t tabulation
\v vertical tabulation
\b backspace
\f page feed
\a alert (beep)
\’ single quotes (‘)
\” double quotes (“)
\? question (?)
\\ inverted slash (\)

Contoh :

‘\n’

‘\t’

“Left \t Right”

“one\ntwo\nthree”

Sebagai tambahan, kita dapat menuliskan karakter apapun dengan menuliskan yang diikuti dengan kode ASCII, mengekspresikan sebagai octal (contoh, \23 atau \40) maupun heksadesimal (contoh, \x20 atau \x4A).

Konstanta Define (#define)

Kita dapat mendefinisikan sendiri nama untuk konstanta yang akan kita pergunakan, dengan menggunakan preprocessor directive #define. Dengan format :

#define identifier value

Contoh :

#define PI 3.14159265

#define NEWLINE ‘\n’

#define WIDTH 100

Setelah didefinisikan seperti diatas, maka kita dapat menggunakannya pada seluruh program yang kita buat, contoh :

circle = 2 * PI * r;

cout << NEWLINE;

Pada dasarnya, yang dilakukan oleh kompiler ketika membaca #define adalah menggantikan

literal yang ada (dalam contoh, PI, NEWLINE atau WIDTH) dengan nilai yang telah ditetapkan (3.14159265, ‘\n’ dan 100). #define bukan merupakan instruksi, oleh sebab itu tidak diakhiri dengan tanda semicolon (;).

Deklarasi Konstanta (const)

Dengan prefix const kita dapat mendeklarasikan konstanta dengan tipe yang spesifik seperti yang kita inginkan. contoh :

const int width = 100;

const char tab = ‘\t’;

const zip = 12440;

Jika tipe data tidak disebutkan, maka kompiler akan meng-asumsikan sebagai int.

Operator

Operator-operator yang disediakan C++ berupa keyword atau karakter khusus. Operator-operator ini cukup penting untuk diketahui karena merupakan salah satu dasar bahasa C++.

Assignation (=).

Operator assignation digunakan untuk memberikan nilai ke suatu variable.

a = 5;

Memberikan nilai integer 5 ke variabel a. Sisi kiri dari operator disebut lvalue (left value) dan sisi kanan disebut rvalue (right value). lvalue harus selalu berupa variabeldan sisi kanan dapat berupa konstanta, variabel, hasil dari suatu operasi atau kombinasi dari semuanya.

Contoh :

int a, b; // a:? b:?

a = 10; // a:10 b:?

b = 4; // a:10 b:4

a = b; // a:4 b:4

b = 7; // a:4 b:7

Hasil dari contoh diatas, a bernilai 4 dan b bernilai 7.

Contoh :

a = 2 + (b = 5);

equivalen dengan :

b = 5;

a = 2 + b;

Arithmetic operators ( +, -, *, /, % )

+          addition

–           subtraction

*          multiplication

/           division

%         module

Compound assignation operators

(+=, -=, *=, /=, %=, >>=, <<=, &=, ^=, |=)

contoh :

value += increase; equivalen dengan value = value + increase;

a -= 5; equivalen dengan a = a – 5;

a /= b; equivalen dengan a = a / b;

price *= units + 1; equivalen dengan price = price * (units + 1);

Increase (++) and decrease ().

Contoh :

a++;

a+=1;

a=a+1;

Contoh diatas adalah equivalen secara fungsional. Nilai a dikurangi 1.

Operator Increase dan Decrease dapat digunakan sebagai prefix atau suffix. Dengan kata lain dapat dituliskan sebelum identifier variabel (++a) atau sesudahnya (a++). Operator increase yang digunakan sebagai prefix (++a), Perbedaannya terlihat pada tabel dibawah ini :

Example 1                                          Example 2

B=3;                                                    B=3;

A=B++;                                              A=++B;

// A is 3, B is 4                                     // A is 4, B is 4

 

Pada contoh 1, B ditambahkan sebelum nilainya diberikan ke A. Sedangkan contoh 2, Nilai B diberikan terlebih dahulu ke A dan B ditambahkan kemudian.

 

Relational operators ( ==, !=, >, <, >=, <= )

Untuk mengevaluasi antara 2 ekspresi, dapat digunakan operator Relasional. Hasil dari operator ini adalah nilai bool yaitu hanya berupa true atau false, atau dapat juga dalam nilai int, 0 untuk mereprensentasikan “false” dan 1 untuk merepresentasikan “true”.

Operator-operator relasional pada C++ :

==       Equal

!=        Different

>          Greater than

<          Less than

>=       Greater or equal than

<=       Less or equal than

Contoh :

(7 == 5)           would return false.

(5 > 4)                         would return true.

(3 != 2)            would return true.

(6 >= 6)           would return true.

(5 < 5)                         would return false.

Contoh, misalkan a=2, b=3 dan c=6 :

(a == 5)           would return false.

(a*b >= c)       would return true since (2*3 >= 6) is it.

(b+4 > a*c)     would return false since (3+4 > 2*6) is it.

((b=2) == a)    would return true.

Logic operators ( !, &&, || ).

Operator ! equivalen dengan operasi boolean NOT, hanya mempunyai 1 operand, berguna untuk membalikkan nilai dari operand yang bersangkutan. Contoh :

!(5 == 5)         returns false because the expression at its right (5 == 5)would be true.

!(6 <= 4)         returns true because (6 <= 4) would be false.

!true               returns false.

!false              returns true.

operator Logika && dan || digunakan untuk mengevaluasi 2 ekspresi dan menghasilkan 1 nilai akhir. mempunyai arti yang sama dengan operator logika Boolean AND dan OR. Contoh :

First Operand a Second Operand b Result a && b Result a || b
true true true true
true false false true
false true false true
false false false false

Contoh :

( (5 == 5) && (3 > 6) ) returns false ( true && false ).

( (5 == 5) || (3 > 6)) returns true ( true || false ).

Conditional operator ( ? ).

operator kondisional mengevaluasi ekspresi dan memberikan hasil tergantung dari hasil evaluasi ( true atau false). Sintaks :

condition ? result1 : result2

Jika kondisi true maka akan menghasilkan result1, jika tidak akan menghasilkan result2.

7==5 ? 4 : 3                returns 3 since 7 is not equal to 5.

7==5+2 ? 4 : 3            returns 4 since 7 is equal to 5+2.

5>3 ? a : b                  returns a, since 5 is greater than 3.

a>b ? a : b                  returns the greater one, a or b.

Bitwise Operators ( &, |, ^, ~, <<, >> ).

Operator Bitwise memodifikasi variabel menurut bit yang merepresentasikan nilai yang disimpan, atau dengan kata lain dalam representasi binary.

op asm Description
& AND Logical AND
| OR Logical OR
^ XOR Logical exclusive OR
~ NOT Complement to one (bit inversion)
<< SHL Shift Left
>> SHR Shift Right

Explicit type casting operators

Type casting operators memungkinkan untuk mengkonversikan tipe data yang sudah diberikan ke tipe data yang lain. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan dalam C++, yang paling popular yaitu tipe baru dituliskan dalam tanda kurung () contoh:

int i;

float f = 3.14;

i = (int) f;

Contoh diatas, mengkonversikan nilai 3.14 menjadi nilai integer (3). Type casting operator

yang digunakan (int). Cara lainnya :

i = int ( f );

Prioritas pada operator

Contoh :

a = 5 + 7 % 2

Jawaban dari contoh diatas adalah 6. Dibawah ini adalah prioritas operator dari tinggi ke rendah :

Priority Operator Description Associativity

1 :: scope Left

2

() [ ] -> .

sizeof Left

3

++ — increment/decrement

Right

~ Complement to one (bitwise)

! unary NOT

& *

Reference and Dereference

(pointers)

(type) Type casting

+ – Unary less sign

4 * / % arithmetical operations Left

5 + – arithmetical operations Left

6 << >> bit shifting (bitwise) Left

7 < <= > >= Relational operators Left

8 == != Relational operators Left

9 & ^ | Bitwise operators Left

10 && || Logic operators Left

11 ?: Conditional Right

12

= += -= *= /= %=

>>= <<= &= ^= |= Assignation Right

13 , Comma, Separator Left

Komunikasi melalui console

Console merupakan interface dasar pada computers, biasanya berupa keyboard dan monitor. Keyboard merupakan alat input standar dan monitor adalah alat output standar. Dalam library iostream C++ , standard operasi input dan output untuk pemrograman didukung oleh 2 data streams: cin untuk input dan cout untuk output. Juga, cerr dan clog sebagai tambahan untuk output streams yang di desain khusus untuk menampilkan error messages. Dapat diarahkan langsung ke standard output maupun ke log file. Biasanya cout (standard output stream) ditujukan untuk monitor dan cin (standard input stream) ditujukan untuk keyboard. Dengan menggunakan dua streams ini, maka kita dapat berinteraksi dengan user dengan menampilkan messages pada monitor dan menerima input dari keyboard.

Output (cout)

Penggunaan cout stream dhubungkan dengan operator overloaded << (Sepasang tanda “less than”). Contoh :

cout << “Output sentence”;   // prints Output sentence on screen

cout << 120;                           // prints number 120 on screen

cout << x;                                // prints the content of variable x on screen

Operator << dikenal sebagai insertion operator, dimana berfungsi untuk menginput data yang mengikutinya. Jika berupa string, maka harus diapit dengan kutip ganda (“), sehingga membedakannya dari variable. Contoh :

cout << “Hello”; // prints Hello on screen

cout << Hello; // prints the content of Hello variable on screen

Operator insertion (<<) dapat digunakan lebih dari 1 kali dalam kalimat yang sama, Contoh :

cout << “Hello, ” << “I am ” << “a C++ sentence”;

Contoh diatas akan menampilkan Hello, I am a C++ sentence pada layar monitor. Manfaat dari pengulangan penggunaan operator insertion (<<) adalah untuk menampilkan kombinasi dari satu variabel dan konstanta atau lebih, contoh :

cout << “Hello, I am ” << age << ” years old and my zipcode is ” << zipcode;

Misalkan variable age = 24 dan variable zipcode = 90064 maka output yang dihasilkan :

Hello, I am 24 years old and my zipcode is 90064

Contoh :

cout << “First sentence.\n “;

cout << “Second sentence.\nThird sentence.”;

Output :

First sentence.

Second sentence.

Third sentence.

Selain dengan karakter new-line, dapat juga menggunakan manipulator endl, contoh :

cout << “First sentence.” << endl;

cout << “Second sentence.” << endl;

Output :

First sentence.

Second sentence.

Input (cin).

Menangani standard input pada C++ dengan menambahkan overloaded operator extraction (>>) pada cin stream. Harus diikuti bengan variable yang akan menyimpan data. Contoh:

int age;

cin >> age;

Contoh diatas mendeklarasikan variabel age dengan tipe int dan menunggu input dari cin (keyborad) untuk disimpan di variabel age. cin akan memproses input dari keyboard sekali saja dan tombol ENTER harus ditekan.

Contoh :

// i/o example

#include <iostream.h>

int main ()

{

int i;

cout << “Please enter an integer value: “;

cin >> i;

cout << “The value you entered is ” << i;

cout << ” and its double is ” << i*2 << “.\n”;

return 0;

}

Output :

Please enter an integer value: 702

The value you entered is 702 and its double is 1404.

cin juga dapat digunakan untuk lebih dari satu input :

cin >> a >> b;

Equivalen dengan :

cin >> a;

cin >> b;

Dalam hal ini data yang di input harus 2, satu untuk variabel a dan lainnya untuk variabel b yang penulisannya dipisahkan dengan : spasi, tabular atau newline.

 

Struktur Kontrol

Sebuah program biasanya tidak terbatas hanya pada intruksi yang terurut saja, tetapi juga memungkinkan terjadinya percabangan, perulangan dan pengambilan keputusan. Untuk mengatasi kebutuhan itu C++ menyediakan struktur kontrol yang dapat menangani hal-hal tersebut.

Untuk membahas hal tersebut diatas, akan ditemui istilah block of instructions. Blok instruksi adalah sekumpulan instruksi yang dibatasi dengan tanda semicolon (;) tetapi dikelompokan dalam satu blok yang dibatasi dengan kurung kurawal { }.

Struktur Kondisional : if and else

Digunakan untuk mengeksekusi sebuah atau satu blok instruksi jika kondisi terpenuhi, sintaks:

if (condition) statement

condition merupakan ekspresi yang dievaluasi. Jika kondisi bernilai true, maka statement akan dijalankan. Jika false, maka statement akan diabaikan dan program menjalankaninstruksi selanjutnya.

Contoh, Akan tercetak x is 100 jika nilai yang disimpan pada variable x adalah 100:

if (x == 100)

cout << “x is 100”;

Jika ada lebih dari satu instruksi yang akan dijalankan maka harus dibuat dalam blok instruksi dengan menggunakan tanda kurung kurawal { }:

if (x == 100)

{

cout << “x is “;

cout << x;

}

Dapat juga menggunakan keyword else, jika kondisi tidak terpenuhi. Penulisannya digabungkan dengan if :

if (condition) statement1 else statement2

Contoh :

if (x == 100)

cout << “x is 100”;

else

cout << “x is not 100”;

Akan tercetak x is 100 jika nilai x adalah 100, jika tidak akan tercetak x is not 100.

Contoh :

if (x > 0)

cout << “x is positive”;

else if (x < 0)

cout << “x is negative”;

else

cout << “x is 0”;

Struktur perulangan (loops)

Loops merupakan perulangan statement dengan jumlah tertentu jika kondisi terpenuhi.

The while loop.

Sintaks :

while (expression) statement

Fungsi dari statement diatas adalah mengulang statement jika expression bernilai true.

Contoh :

// custom countdown using while

#include <iostream.h>

int main ()

{

int n;

cout << “Enter the starting number > “;

cin >> n;

while (n>0) {

cout << n << “, “;

–n;

}

cout << “FIRE!”;

return 0;

}

Output :

Enter the starting number > 8

8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1, FIRE!

Algoritma program dimulai dari main :

1. User meng-input nilai untuk n.

2. Instrukti while mengevaluasi apakah (n>0). Ada dua kemungkinan :

true: meng-eksekusi statement (step 3,)

false: melompati statement. lanjut ke step 5..

3.Mengeksekusi statement : cout << n << “, “;

–n;

(Menampilkan n di layar dan mengurangi n dengan 1).

4. Akhir dari blok. kembali ke step 2.

5. lanjut menuju program setelah blok. Cetak : FIRE! dan program berakhir.

The do-while loop.

Format:

do statement while (condition);

Secara fungsional, hampir sama dengan while loop, hanya saja condition dalam do-while dievaluasi setelah eksekusi statement , dengan kata lain, sedikitnya satu kali eksekusi statement walaupun kondisi tidak terpenuhi.

Contoh :

// number echoer

#include <iostream.h>

int main ()

{

unsigned long n;

do {

cout << “Enter number (0 to end): “;

cin >> n;

cout << “You entered: ” << n << “\n”;

} while (n != 0);

return 0;

}

Output :

Enter number (0 to end): 12345

You entered                 : 12345

Enter number (0 to end): 160277

You entered                 : 160277

Enter number (0 to end): 0

You entered                 : 0

The for loop.

Format :

for (initialization; condition; increase) statement;

Fungsinya akan mengulang statement jika condition bernilai benar. Sama seperti while loop., hanya saja for memungkinkan untuk memberikan instruksi initialization dan intruksi increase, sehingga dapat menampilkan loop dengan counter.

Algoritma perulangan for :

  1. initialization, digunakan untuk memberikan nilai awal untuk variable counter. Dieksekusi hanya sekali.
  2. condition, Dievaluasi, jika bernilai true maka loop berlanjut, sebaliknya loop berhenti dan statement diabaikan
  3. statement, dieksekusi, bisa berupa instruksi tunggal maupun blok instruksi (dalam tanda { } ).
  4. increase, dieksekusi kemudian algoritma kembali ke step 2.

Contoh :

// countdown using a for loop

#include <iostream.h>

int main ()

{

for (int n=10; n>0; n–) {

cout << n << “, “;

}

cout << “FIRE!”;

return 0;

}

Output :

10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1, FIRE!

Initialization dan increase bersifat optional. Sehingga dapat dituliskan : for (;n<10;) untuk for tanpa initialization dan increase; atau for (;n<10;n++) untukfor dengan increase tetapi tanpa initialization. Dengan operator koma (,) kita dapatmendeklarasikan lebih dari satu instruksi pada bagian manapun termasuk dalam loop for,

contoh :

for ( n=0, i=100 ; n!=i ; n++, i– )

{

// whatever here…

}

Loop diatas akan meng-eksekusi sebanyak 50 kali :

 c2

nilai awal n = 0 dan i = 100, dengan kondisi (n!=i) (yaitu n tidak sama dengan i). Karena n mengalami penambahan 1 dan i mengalami pengurangan 1, maka kondisi loop akan salah setelah loop yang ke-50, yaitu ketika n dan i bernilai 50.

Kontrol Percabangan (Bifurcation) dan Lompatan (jumps)

Instruksi break

Dengan menggunakan instruksi break, program akan keluar dari loop walaupun kondisi untuk berakhirnya loop belum terpenuhi. Dapat digunakan untuk mengakhiri infinite loop, atau untuk menyebabkan loop selesai sebelum saatnya, contoh :

// break loop example

#include <iostream.h>

int main ()

{

int n;

for (n=10; n>0; n–) {

cout << n << “, “;

if (n==3)

{

cout << “countdown aborted!”;

break;

}

}

return 0;

}

Output :

10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, countdown aborted!

Instruksi continue

Instruksi continue menyebabkan program akan melewati instruksi selanjutnya hingga akhir blok dalam loop. Atau dengan kata lain langsung melompat ke iterasi selanjutny. Contoh

berikut akan melewati angka 5 dalam hitungan mundur :

// break loop example

#include <iostream.h>

int main ()

{

for (int n=10; n>0; n–) {

if (n==5) continue;

cout << n << “, “;

}

cout << “FIRE!”;

return 0;

}

Output :

10, 9, 8, 7, 6, 4, 3, 2, 1, FIRE!

Instruksi goto

Menyebabkan lompatan dalam program. Tujuan dari lompatan diidentifikasikan dengan label, yang berisikan argumen-argumen. penulisan label diikuti dengan tanda colon (:). Contoh :

// goto loop example

#include <iostream.h>

int main ()

{

int n=10;

loop:

cout << n << “, “;

n–;

if (n>0) goto loop;

cout << “FIRE!”;

return 0;

}

Output :

10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1, FIRE!

Struktur Seleksi : switch.

Instruksi switch digunakan untuk membandingkan beberapa nilai konstan yang mungkin untuk sebuah ekspresi, hampir sama dengan if dan else if. Bentuk umumnya :

switch (expression) {

case constant1:

block of instructions 1

break;

case constant2:

block of instructions 2

break;

.

.

.

default:

default block of instructions

}

switch meng-evaluasi expression dan memeriksa apakah equivalen dengan constant1, jika ya, maka akan meng-eksekusi block of instructions 1 sampai terbaca keyword break, kemudian program akan lompat ke akhir dari stuktur selektif switch.

Jika expression tidak sama dengan constant1, maka akan diperiksa apakah expression equivalen dengan constant2. jika ya, maka akan dieksekusi block of instructions 2 sampai terbaca break. Begitu seterusnya, jika tidak ada satupun konstanta yang sesuai makaakan mengeksekusi default:

contoh :

switch example

switch (x) {

case 1:

cout << “x is 1”;

break;

case 2:

cout << “x is 2”;

break;

default:

cout << “value of x

unknown”;

}

if-else equivalent

if (x == 1) {

cout << “x is 1”;

}

else if (x == 2) {

cout << “x is 2”;

}

else {

cout << “value of x unknown”;

}


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: